Tips Bagi Jemaah yang Baru Pertama Kali Masuk Masjidil Haram

Posted by

Jumlah jemaah umrah yang berada di Masjidil Haram sudah cukup ramai. Ada saja jemaah yang kebingungan dan tersesat saat ke luar masjid.

Karena itu, penting diperhatikan sebelum masuk Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf atau salat, jemaah diharapkan melakukan survei terlebih dulu.

Seperti diketahui, ada empat pintu utama yang menjadi akses masuk dan keluar ke Ka’bah. Penting bagi jemaah memperhatikan nama dari pintu Masjidil Haram. Sebab, ini akan menjadi kunci untuk jalan ke luar dari Masjidil Haram. Biasanya Menara (Tower) Zamzam merupakan panduan sebagai akses masuk dan ke luar jemaah.

Di dalam Masjidil Haram pun jemaah disarankan melakukan survei di mana letak toilet dan tempat berwudlu. Sehingga, jika jemaah harus mengulang wudlu bisa segera bersuci kembali dengan cepat.

Sebelum menuju Baitullah, siapkan kantong plastik penyimpanan sandal. Lalu letakkan di tempat yang dianggap aman. Tanpa kantong plastik, sandal Anda bisa hilang. Bila kehilangan sandal dapat berakibat buruk bagi jemaah lantaran suhu di Arab Saudi sangat terik, antara 38-52 derajat celcius, khusus saat jelang puncak haji. Berjalan tanpa alas kaki di tengah suhu seperti itu bisa membuat kaki jemaah melepuh.

Supaya jemaah tidak memikirkan sandal, sebaiknya gunakan tas selempang kecil untuk membawa sandal ke manapun pergi. Tas itu juga bisa memuat botol isi ulang air Zamzam yang tersedia di dalam Masjidil Haram, baik di dekat Kabah, lingkungan dalam masjid maupun tempat melakukan Sai.

Bagi yang tidak suka dingin dapat mengonsumsinya di dispenser yang sudah disediakan. Mengingat air Zamzam yang diambil langsung dari keran cukup dingin seperti es.

Jemaah juga dituntut lebih waspada saat selesai menjalani prosesi umrah. Karena ada saja oknum tak bertanggung jawab yang menawarkan tahalul. Mereka mematok harga tak wajar, yakni 100 Riyal untuk rombongan atau 20 Riyal untuk perorangan.

Bahkan ada yang memaksa agar menggunakan gunting dari oknum tersebut. Tapi mereka tak tampak ketika banyak Askar (tentara Arab Saudi) yang berjaga.

Agar terhindar dari kejadian tak mengenakan tersebut, jemaah diminta berkelompok saat melalukan Sai.

Terkait transportasi, jamaah tidak perlu khawatir karena Kementerian Agama nantinya akan menyediakan Bus Shalawat yang bakal melayani jamaah selama 24 jam dari pondokan ke Masjidil Haram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *