Sakit Gigi di Tanah Suci? Jangan Khawatir, Datang Saja ke KKHI

Posted by

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dan Makkah sudah siap melayani jamaah haji Indonesia tahun 2017. Mulai dari SDM, Peralatan, Obat dan konsep pelayanan kesehatan, semua sudah berbenah sejak jauh-jauh hari.

“Hanya saja yang membedakan konsep pelayanan tahun ini dengan tahun sebelumnya, adalah peran Tim Gerak Cepat berada di sektor. Penetapan ini untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji. Selain itu, konsep Tim Promotif dan Preventif tahun ini melibatkan Tenaga Musiman (Temus) dan Tim Pendukung Kesehatan (TPK). Hal ini untuk memastikan semua jamaah haji terpapar pesan kesehatan haji secara merata,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Dr.dr.Eka Jusup Singka, MSc, melalui siaran pers yang diterima Okezone.

Tak hanya penyakit-penyakit berat yang siap diantisipasi, gangguan kesehatan sepele pun sudah disiapkan teknis penanganannya oleh tim KKHI. Kasus jamaah sakit gigi misalnya. Jangan khawatir karena dokter gigi standby di KKHI selama musim haji.

Kasie KKHI Madinah, dr. Ika Nurfarida Shaleh, Sp.KJ, menjelaskan KKHI Madinah mempunyai bangunan 5 lantai yang beralamat di wilayah Al Aridh, Prins Muhammad Bin Abdulaziz ini, terdiri dari ruang pelayanan. Mulai dari ruang IGD yang berada lantai G, terdiri dari ruang triase 3 bed, evaluasi awal 4 bed, observasi pria 8 bed, abservasi wanita 11 bed, ruang tindakan 2 bed yang dilengkapi dengan 9 unit ambulance, 4 unit di KKHI dan 5 unit berada di sektor.

Selain itu, di lantai 1 tersedia ruang rawat inap wanita 6 bed, ruang rawat inap pria 7 bed 1, ruang rawat inap psikiatri 6 bed, raung isolasi/infeksi 4 bed dan bed cadangan 4 buah, serta ruang laboratoriun, gizi medik, depo obat dan apotik. Termasuk tersedia juga kamar tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang makan, ruang tim promotif dan preventif, ruang siskohatkes dan ruang administrasi. Semua ruang telah dilengkapi dengan sarana yang memadahi.

Untuk memastikan kualitas mutu layanan kesehatan di KKHI, telah direkrut tenaga kesehatan dari tanah air maupun Tenaga Pendukung Kesehatan, yakni WNI yang sudah bermukim di Arab Saudi. Adapun secara rinci jumlah tenaga kesehatan sebagai berikut:

Dokter spesialis 10 orang terdiri dari, spesialis penyakit dalam 2 orang, spesialis bedah 1 orang, spesialis jantung 1 orang, spesialis paru 3 orang, spesialis syaraf 1 orang dan spesialis jiwa 2 orang. Selain itu, masih ada dokter umum 7 orang, perawat 20 orang dan penunjang medis 5 orang terdiri dari Ahli gizi 2 orang, Ahli Rekam Medis 2 orang dan Elektromedik 1 orang.

Sebagai penyempurna dan pendukung telah direkrut tenaga Siskohatkes/ administrasi kesehatan 1 orang, tim promotif, preventif, sanitarian dan surveilan, tenaga lain sebanyak 9 orang.

“Sementara untuk tenaga pendukung kesehatan (TPK) telah direkrut 53 orang. Mereka ini terdistribusi dalam Tim Promotif dan Preventif, Tim Gerak Cepat, Tim pendamping orang sakit, pengemudi dan tenaga kebersihan yang ada di KKHI. Mereka bertugas mendukung tenaga kesehatan yang datang dari tanah air,” kata dr. Ika.

Khusus KKHI Makkah, Ketua dan Tim penanggung jawabnya dr. Melzan D Riza terus ngebut siang malam 24 jam mempersiapkan ruangan, peralatan, ketersediaan obat dan berbagai sarana pendukung pelayanan. Mereka sejak 20 Juli 2017 sudah berada di tanah suci untuk mempersiapkannya, termasuk urusan sewa menyewa gedung, berupa Warif Plaza Hotel yang beralamat di Aziziah Janubiah.

“Maklum, ini gedung baru, sehingga semuanya harus baru, mempersiapkan dari awal. Insya Allah semua sudah siap, ketika tamu Allah bergerak menuju Makkah setelah melaksanakan arbain di Madinah,” kata dokter Melzan.

Menurutnya, Gedung KKHI Makkah sebanyak 18 Lantai yang digunakan untuk ruang IGD, terdiri dari ruang triase 6 bed, Resusitasi 2 bed, ruang tindakan 2 bed, ruang observasi 16 bed. Selanjut ruang ICU 12 bed, intermediate ( HCU) 62 bed, psikiatri 20 bed, ruang rawat inap pria 70 bed, ruang rawat inap wanita 60 bed dan ruang isolasi 10 bed.

Untuk mendukung operasional KKHI dan sektor di Makkah telah direkrut tenaga dokter spesialis 20 orang, dokter umum 36 orang, dokter gigi 1 orang, sansur 8 orang, apoteker dan TKK 16 orang, perawat 62 orang, tenaga gizi 3 orang, rekam medik 4 orang, analis kesehatan 2 orang, elektro medik 2 orang, penata rontgen 1 orang, siskohatkes 2 orang, adminitrasi 2 orang, tenaga pendukung kesehatan (TPK) 97 orang. Jadi total keseluruhan 256 orang.

Sementara itu, jamaah haji Indonesia gelombang pertama diperkirakan mendarat pada 28 Juli 2017 pukul 11.30 di Bandara Muhammad Bin Abdulaziz, Madinah. Mereka akan langsung disambut para petugas haji baik dari unsur Kemenag maupun Kemenkes.

Tenaga Kesehatan yang telah datang 2 hari sebelum kedatang jamaah haji sudah menata ruangan, peralatan dan simulasi pelayanan, sehingga kondisi KKHI betul betul siap memberi pelayanan untuk jamaah haji.

(ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *