Lihat! Besarnya Panci-Panci untuk Katering Jamaah Haji Indonesia

Posted by

Makanan menjadi faktor penting bagi pelaksanaan haji Indonesia setiap tahunnya. Sebab, makan akan menjadi energi para jamaah Indonesia dalam melaksanakan proses rukun Islam yang ke-5.

Kementerian Agama, tahun ini telah melakukan kerja sama dengan 28 perusahaan katering di Kota Makkah. Mereka ditugaskan untuk menyuplai makanan sekira 8.500 jamaah di Makkah. Ini merupakan kontrak yang ketigakalinya bagi Ismail.

Kami pun berkesempatan masuk ke dapur salah satu katering. Yakni, Jawharat Asia Catering and Restaurant, di daerah Al’Awali, Kota Makkah.

Pemilik restoran, H Ismail bin Rami yang mampu berbahasa Indonesia itu, memperlihatkan dapur dan bahan baku yang dipersiapkan. “Kami di sini memiliki juru masak orang Indonesia. Ada Chef Ahmad Fauzi dari Jawa Timur dan Chef Sahna dari Lombok,” ujar Ismail.

Pria asli Thailand itu mengajak melihat dapurnya yang bersih, dengan lantai dan dinding dapur dilapisi ubin keramik berwarna krem.

Ismail memperlihatkan tempat bumbu, mulai dari jintan, kulit kayu manis, kelapa kering, serbuk kelapa, garam dan gula. Tak lupa bumbu jadi seperti bumbu rendang dan kari. Meski masih kosong, namun tempat bumbu ditata rapi dan dilengkapi dengan label nama. Pada ruangan itu juga tampak tumpukan beras berpuluh-puluh karung. Sambil menepuk-nepuk karung, Ismail mengatakan, “Ini beras yang akan dipakai untuk jamaah Indonesia.”

Setelah ruang bumbu, Ismail memperlihatkan ruang pendingin untuk daging. “Nanti di sini akan ada daging, file ikan, ayam, dan nugget untuk jamaah. Semua sudah dipesan,” kata Ismail.

Setelah itu, ada sebuah ruangan besar yang dilengkapi peralatan masak dengan ukuran raksasa. Terdapat panci berbagai macam bentuk, tempat menanak nasi besar, hingga penggorengan ekstra lebar. Semua ini merupakan fasilitas Jawharat Asia untuk melayani WNI, yang merupakan jamaah dengan kuota terbanyak di dunia.

“Saya tidak hafal ukuran diameternya, tetapi ini bisa untuk memasak sayur 800 porsi sekali masak,” ujarnya.

Di tengah dapur ada sebuah rel makanan, yang nantinya akan digunakan untuk mengemas makanan. “Kapasitasnya bisa mengemas 6.000 kotak makan hanya dalam waktu 2 jam,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Berdasarkan data Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Luar Negeri Kemenag, untuk penyediaan konsumsi jamaah haji di Makkah pada tahun ini ditingkatkan dari 24 kali menjadi 25 kali. Jamaah juga akan menerima snack sarapan pagi di Makkah yang dibagikan bersamaan saat distribusi.

Ada sejumlah menu yang telah disiapkan untuk para jamaah, di antaranya opor ayam tanpa santan, ayam goreng padang, ayam rica-rica, ikan goreng tepung, daging cah bombay, dan daging bistik.

Salah satu perusahaan katering Arab Saudi untuk bisa menyediakan makanan khas nusantara adalah memiliki chef khusus bagi jamaah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *